Routing mengacu pada bagaimana sebuah aplikasi endpoint/URL merespon apa yang diminta/request oleh client/browser. Atau bisa juga routing adalah mekanisme bagaimana sebuah aplikasi me-response permintaan/request client/browser ke endpoint/URL tertentu dan dengan spesifik HTTP request method seperti GET, POST, PUT, PATCH, DELETE dan lain-lain. HTTP request method singkatnya bisa dibaca disini.
Contoh Routing di Website
Illustrasi di atas menggambarkan bagaimana komunikasi client - server bekerja. Illustrasi di atas juga bisa menggambarkan bagaimana routing bekerja. Misal kita punya website 2 halaman atau biasanya saya sering menyebutnya 2 route yaitu "/home" dan "/about". Nah, ketika kita mengetikan "example.com/home" di-url browser kita, maka alur yang berjalan mirip dengan ilustrasi yang di atas. Jika kita jadikan poin maka akan seperti di bawah ini alur-nya.
- User mengetikkan "example.com/home" di browser lalu menekan enter
- Browser mengirimkan request ke Web Server bahwa user meminta halaman "example.com/home"
- Web Server melakukan pengecekan apakah ada halaman "example.com/home".
- Setelah menemukannya maka Web Server mengembalikan response sesuai yang sudah di define dan dikembalikan ke browser yang me-request
- Browser menerima response dari server, lalu menampilkan response yang diteriman di browser.
- Misal, response dari server adalah menampilkan tulisan "Hello world", maka di browser akan menampilkan "Hello world".
- Misal, kita mengetikan url "example.com/asdwa" dan web server tidak menemukkan hasil yang sesuai request dari client. Maka akan me-response bahwa yang di request dari client itu tidak ada.
Untuk lebih detail mari kita melanjutkan helloworld.js kita dari artikel sebelumnya
Berikut adalah kode dari artikel sebelumnya. Sekarang kita akan mempelajari bagaimana sih membuat routing atau cara kerja routing sebenarnya tanpa framework/library. Kita akan membuat routing ke halaman "/", "/about" dan "/404" jika request yang dilakukan oleh browser tidak ditemukan oleh server atau aplikasi yang kita buat.
const http = require('http')
const port = 3000
const server = http.createServer((request, response) => {
response.writeHead(200, { 'Content-Type': 'text/plain' })
response.end('Hello world!')
})
server.listen(port, () => {
console.log(`server started on port ${port}`)
console.log('press Ctrl-C to terminate....')
})
Kita coba hapus line 5-6 lalu diganti dengan code sebagai berikut.
console.log(request.url)
Setelah itu kita coba jalankan di browser dan coba kamu ubah url setelah "localhost:3000/" dengan apapun maka akan memunculkan log seperti di bawah ini.
Bisa kita lihat, semua request yang dilakukan browser masuk semua ke parameter request. Jika dilihat dari screenshot di atas request.url
menampilkan request path yang dilakukan browser secara detail.
Sekarang bagaimana caranya ketika browser request ke halaman "/" dikasih konten Home, "/about" dikasih konten About dan jika borwser melakukan request yang tidak ditemukan di-redirect kehalaman "/404". Jawabannya simple, kita gunakan kondisional saja.
Sekarang kita tambahkan di bawah syntax console.log(req.url)
code berikut. Tujuannya adalah untuk melakukan clean-up url atau membersihkan url dari query string.
const path = request.url.replace(/\/?(?:\?.*)?$/, '').toLowerCase()
Setelah itu kita tambahkan kondisionalnya menggunakan variable path
yang sudah kita define sebelumnya, jika ke "/" kita akan berikan response Home, "/about" akan kita berikan response About dan jika request-nya tidak tersedia maka akan diberikan "/404". Kita tambahkan syntax berikut setelah definisi variable path
.
switch (path) {
case '':
response.writeHead(200, { 'Content-Type': 'text/plain' })
response.end('Homepage')
break
case '/about':
response.writeHead(200, { 'Content-Type': 'text/plain' })
response.end('About Page')
break
case '/404':
response.writeHead(404, { 'Content-Type': 'text/plain' })
response.end('Not Found')
break
default:
response.writeHead(301, {
'Content-Type': 'text/plain',
Location: '/404',
})
response.end('Redirect to 404')
}
Jika sudah ditambahkan di code sebelumnya terus coba dijalankan ulang node helloworld.js
terus kamu coba ke halaman "/" seharusnya aka muncul tulisan "Homepage" di browser, lalu ketika ubah url browser ke halaman "/about" maka akan muncul tulisan "About Page" tapi ketika kamu coba asal-asal ke url yang tidak di define di atas, maka akan di redirect ke halaman "/404" dengan konten "Not Found".
Jika kita membuat aplikasi yang cukup besar, tidak mungkin kita hanya menggunakan NodeJS saja. Bayangkan saja jika kita memiliki 100 route, maka kita akan membuat 100 * 4 line untuk simple response. Tapi tidak mungkin juga kita hanya memunculkan hal simple, pasti ada logic yang complex di setiap route.
Maka dari itu orang-orang membuat web framework untuk mempermudah kita membuat web aplikasi menggunakan NodeJS, contohnya yang paling terkenal dan banyak orang gunakan adalah ExpressJS, HapiJS, Koa dan lain-lain.
Berikut adalah source code lengkap untuk simple routing hanya menggunakan nodejs saja.
const http = require('http')
const port = 3000
const server = http.createServer((request, response) => {
const path = request.url.replace(/\/?(?:\?.*)?$/, '').toLowerCase()
switch (path) {
case '':
response.writeHead(200, { 'Content-Type': 'text/plain' })
response.end('Homepage')
break
case '/about':
response.writeHead(200, { 'Content-Type': 'text/plain' })
response.end('About Page')
break
case '/404':
response.writeHead(200, { 'Content-Type': 'text/plain' })
response.end('Not Found')
break
default:
response.writeHead(301, {
'Content-Type': 'text/plain',
Location: '/404',
})
response.end()
}
})
server.listen(port, () => {
console.log(`server started on port ${port}`)
console.log('press Ctrl-C to terminate....')
})
Summary || TLDR;
Routing adalah mekanisme bagaimana sebuah aplikasi me-response permintaan/request client/browser ke endpoint/URL tertentu dan dengan spesifik HTTP request method seperti GET, POST, PUT, PATCH, DELETE dan lain-lain.
Kita juga dapat membuat routing dengan hanya menggunakan NodeJS. Disini juga kita memahami basic konsep dari routing, kita hanya perlu mengamati setiap request yang dikirim dari client, lalu melakukan filter, jika ketemu maka diberikan response ketemu jika tidak diberikan response bahwa data yang diminta oleh client tidak ketemu.
Konsep ini juga yang digunakan untuk membuat RESTful API kedepannya.
Credits
- Photo by Javier Allegue Barros on Unsplash
- Illustration - filipmolcik